Yuk Liburan ke kawasan wisata bersejarah di Bandung Utara !

Bandung, Students Tel-U – Bagi penikmat keindahan alam di Bandung, tentunya tak heran lagi dengan wilayah Bandung Utara yang memiliki beragam objek wisata alam, khususnya di Dago Pakar Bandung, disini dapat di jumpai berbagai peninggalan jejak sejarah dari tempat wisata alam,seperti Goa Belanda dan Goa Jepang.

Peninggalan bersejarah yang juga merupakan kawasan wisata alam yang dapat di jumpai di wilayah Dago diantaranya adalah Goa yang telah menjadi saksi hidup bahwa ada dua bangsa asing yang pernah menjajah negara Indonesia, bangsa Belanda dan Jepang pernah membangun kawasan pertahanan dan perlindungan yang berdiri di wilayah ini.

Peninggalan bersejarah di masa penjajahan tentara jepang . Sumber foto : SiapaLagi.com

Peninggalan bersejarah di masa penjajahan tentara jepang . Sumber foto : SiapaLagi.com

Goa Jepang adalah goa yang dalam pembangunannya dengan sistem Romusha atau mempekerjakan masyarakat pribumi dengan cara paksa, karena merupakan peninggalan tentara jepang untuk tempat pertahanan dari sekutu. Bentuknya pintu masuknya cukup rendah, dan memiliki empat pintu masuk. Tiga goa di dalamnya terdapat pintu-pintu penghubung dengan goa lainnya, sedangkan satu goa sebagai pengecoh musuh. Untuk masuk kedalamnya memerlukan sedikit penerangan berupa cahaya lampu dari senter atau dapat juga memakai cahaya dari ponsel, karena meskipun goa ini tidak memiliki panjang yang teramat sangat, namun kondisinya sangat gelap dan terdapat banyak lorong di dalamnya. Di bibir Goa Jepang, biasanya banyak penyewa senter yang sedia menawarkan senter-senter untuk masuk kedalamnya.

Pintu Goa Belanda yang dijadikan tempat penyadapan air Ci Kapundung. Sumber Foto : hayyuretno.wodpress.com

Pintu Goa Belanda yang dijadikan tempat penyadapan air Ci Kapundung. Sumber Foto : hayyuretno.wodpress.com

Sekitar 400 meter dari Goa Jepang, terdapat Goa yang dalam sejarahnya merupakan tempat penyimpanan senjata dan pembangkit listrik tenaga air atau biasa di sebut terowongan penyadapan aliran sungai Ci Kapundung, yang kini menjadi saksi jejak penjajah militer Belanda. Selain itu, Goa Belanda ini pernah di jadikan markas militer dan penjara untuk tempat penyiksaan tahanan. Pintu masuknya lebih besar , ukuran dalamnya lebih luas dan sedikit terang serta dindingnya dibeton. Saat masuk ke dalam goa, sejajar lurus dengan pintu masuk, terlihat cahaya terang di ujung gua yang merupakan pintu dari ujung goa ada di sana. Sepanjang jalan dari pintu masuk sampai pintu yang di ujungnya pun terdapat rel tua yang kecil. Terdapat pula beberapa ruang-ruang yang lumayan tinggi.

Goa Belanda dan Goa Jepang ini terdapat di kawasan konservasi alam yang ada di daerah Dago Pakar, yaitu Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda yang merupakan taman terbesar yang pernah dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda di bangun pada tahun 1912 dan di resmikan sebagai hutan lindung pada tahun 1922.

Taman ini dapat dikunjungi setiap hari antara jam 08.00-18.00 dan setiap pengunjung dikenakan biaya masuk.  (HK)

referensi : wikipedia, tempatwisatadibandung.info, http://www.misterbandung.com

Keyword(s) : , , , , , , ,

Komentar

  • Terima kasih banyak atas informasinya sangat bermanfaat yang telah di sajikan

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *