Mediasi Ditolak, KEMA Tel-U Bertindak

Bandung, Students Tel-U – Atmosfir kekecewaan kian terasa pada Jumat (24/03) lalu, saat BEM Kema Tel-U mengadakan kajian lanjutan terkait penolakan terhadap SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016, atau yang lebih dikenal dengan SKR No. 493 (baca juga : Mediasi Ditolak, Apa Langkah BEM Selanjutnya?). Pada kajian tersebut, dipaparkan kronologis dan laporan hasil mediasi yang dilakukan oleh Kema Telkom University dengan pihak rektorat.

Pada Rabu (22/02) perwakilan Kema Tel-U telah menemui dan menyerahkan hasil kajian pada Jumat (17/02) kepada Christanto Triwibisono (Direktur Akademik Tel-U), Andijoko Tjahjono (Direktur Kemahasiswaan), dan Yahya Arwiyah (Wakil Rektor IV Bid. Kemahasiswaan). Hasil pertemuan tersebut adalah SKR No. 493 akan dikaji oleh internal rektorat dan hasilnya akan dikabari lebih lanjut oleh Direktur Kemahasiswaan.

Kemudian pada Selasa (28/02), perwakilan Kema Tel-U kembali menghadap Direktur Kemahasiswaan guna menagih keputusan kajian terhadap SKR No. 493 yang dilakukan oleh internal rektorat. Setelah dikaji, keputusan akhir dari pihak rektorat adalah :

  • SK Rektor No. 493/AKD/UAA/2016 tetap berjalan
  • Setiap 3 bulan perwakilan mahasiswa diperkenankan mencari informasi langsung ke rektorat terkait jumlah pelanggar dari kebijakan SK tersebut
  • Kampus mengijinkan supaya SK tersebut tetap berjalan karena ingin melihat tren dari jumlah pelanggar apakah menurun atau sebaliknya
  • Kampus akan terbuka pada mahasiswa yang keberatan dengan berlakunya SK tersebut dengan alasan masalah keuangan

Namun, untuk poin terakhir tidak dijelaskan bagaimana mekanisme pengajuan keberatan tersebut. Laporan hasil mediasi tersebut selengkapnya dapat diunduh di sini, sedangkan Kajian tentan SK Rektor selengkapnya dapat diunduh di sini.

Kementrian Advokasi dan Kesejahteraan mahasiswa BEM Kema Tel-U mengaku kecewa karena tuntutan mahasiswa tidak dapat terpenuhi, walaupun sudah melewati 3 kali mediasi. “Hasil mediasi kami buntu, dan itupun sudah sampai ke Ketua Yayasan tuntutan kami. Untuk selanjutnya, kami serahkan kepada Kementrian Aksi dan Propaganda, ” ujar moderator kajian.

“Saya menolak segala bentuk rasionalisasi dari rektorat dan siap untuk aksi. Apapun yang terkait dengan penambahan biaya untuk mahasiswa menurut saya bukan kebijakan yang cerdas, ” tutur Yuriano Yus Maldini, Menteri Kementrian Aksi dan Propaganda.

Peserta kajian, Ketua BEM FIT, FIK, FKB, dan FEB serta ketua HIMA yang hadir pada kajian tersebut pun setuju agar menjadikan aksi turun ke jalan sebagai solusi dari masalah ini. Senin (27/03), sekitar pukul 13.00 WIB, BEM Kema Tel-U kembali mengundang mahasiswa untuk hadir pada Konsolidasi Manajemen Aksi yang akan dilaksanakan malam ini pukul 20.00 WIB.

Sumber : BEM Kema Tel-U

Sumber : BEM Kema Tel-U

Hingga saat ini, Redaksi Students Tel-U belum dapat meminta keterangan dari Bagian Kemahasiswaan karena yang bersangkutan sedang berada di luar kota. (arp/ff)

Keyword(s) : , ,

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *