Klarifikasi Muhammad Yusuf Terhadap Ketetapan Surat Pembekuan Presma

Bandung, Students Tel-U Pada Senin (25/05), DPM Kema Universitas Telkom mengeluarkan Surat Ketetapan Pembekuan Presma BEM Kema Tel-U 2017. Hal ini memunculkan banyak reaksi dari mahasiswa Telkom University yang tidak menduga kejadian ini bahkan dianggap terlalu mendadak dirilis oleh DPM Kema Tel-U.

Kru Students berhasil mengkontak Presiden Mahasiswa Telkom University, Yusuf Syahputra Gani pada hari Selasa (26/05) pagi mengenai perihal surat pembekuan tersebut. Yusuf mengatakan bahwa ia akan mengeluarkan klarifikasi terkait surat pembekuan presma yang ditujukan kepadanya. Klarifikasi tersebut nantinya tidak akan dirilis lewat akun official BEM Kema melainkan melalui akun LINE pribadinya dengan waktu yang tidak disebutkan tetapi ia berjanji secepatnya.

Sekitar pukul 19.00 Yusuf akhirnya merilis klarifikasi atas isu-isu yang menimpa dirinya saat ini. Di awal pernyataannya, Yusuf menyatakan bahwa BEM tidak pernah berhenti untuk memperjuangkan Keputusan Rektor No. 493 (Baca juga : Sosialisasi Perubahan Tarif Layanan Akademik). Yusuf juga menyayangkan mayoritas ormawa tidak mau turun pada aksi 293 demo lanjutan (Baca juga : Ironi Aksi Damai Tolak SK Rektor dan Aksi Belum Selesai! Kema Tel-U akan Ajukan Forum Terbuka)

Mengenai surat ketetapan DPM yang ditujukan kepadanya, Yusuf menganggap bahwa surat keputusan tersebut ‘cacat’ dari segala aspek. Pertama, Yusuf mengatakan bahwa DPM tidak berhak untuk memberhentikannya secara langsung karena ada mekanisme yang harus dilewati dan mekanisme tersebut tercantum dalam AD/ART.

Kedua, tuntutan dan pasal-pasal yang dilampirkan oleh DPM, menurut Yusuf, tidak tepat sama sekali. Yusuf melampirkan enam pasal dan tuntutan dalam pernyataannya, yaitu:

  1. 193/ORG22/REK.0/2013 Pasal 6 ayat 2 tentang keanggotaan ormawa. Yusuf mengatakan bahwa Yusuf aktif dalam kegiatan akademik di semester kemarin dan di pasal tersebut tidak disebutkan bahwa keanggotaan ormawa harus aktif akademik di semester yang sedang berjalan dan aktif dikesuluruhan semester selama kuliah.
  2. 193/ORG22/REK.0/2013 pasal 16 ayat 5 tentang syarat-syarat pengurus ormawa. Yusuf mengatakan bahwa Yusuf adalah mahasiswa yang terdaftar pada semester yang sedang berjalan, terdaftar sebagai mahasiswa yang mengambil cuti akademik, dan tidak termasuk dalam kriteria yang dikecualikan.
  3. ART KEMA Universitas Telkom pasal 17 ayat 1 tentang fungsi DPM Kema Universitas Telkom. Yusuf mempertanyakan relevansinya serta hak DPM untuk membekukannya,
  4. ART KEMA Universitas Telkom pasal 29 ayat 1a tentang halangan tetap Presiden Mahasiswa. Yusuf mengatakan bahwa DPM kejam kepadanya karena Yusuf mengajukan cuti karena kesulitan secara ekonomi.
  5. ART KEMA Universitas Telkom pasal 29 ayat 2 tentang halangan sementara Presiden Mahasiswa. Yusuf mempertanyakan siapa yang berhalangan tetap dan sementara serta mengapa DPM begitu ngotot kepadanya.

Ketiga, Yusuf menganggap DPM terlalu bergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Yusuf mengatakan bahwa DPM memberikan dua SK yang berbeda isinya, namun sama nomor, tanggal, dan waktunya sama. Sebelum SK tersebut keluar, kata Yusuf, status kemahasiswaannya dipertanyakan setelah aksi 293 dan DPM mendapatkan informasi tersebut. DPM memanggil Yusuf untuk membahas status kemahasiswaannya dan Yusuf mengaku benar bahwa Yusuf sedang mengambil cuti. Ia menuturkan bahwa ia tidak menyembunyikan status mahasiswanya tetapi ia tidak mengumumkannya.

Keempat, Yusuf mengaku kecewa karena surat permohonan cuti, berikut dengan alasannya dan tanda tangan orang tua, diterbitkan oleh DPM. Menurutnya, tidak seharusnya menerbitkan surat permohonan cutinya dan seharusnya cukup menyampaikan saja bahwa Yusuf sedang cuti.

Kelima, Yusuf berharap DPM melakukan empat hal berikut:

  1. Mencabut SK yang dianggap ‘cacat’.
  2. Meminta maaf kepada seluruh mahasiswa Universitas Telkom
  3. Meminta maaf kepada Yusuf dan keluarganya.
  4. Berjanji tidak akan mengulangi kekonyolan seperti ini ke depannya.

Terakhir, Yusuf berterima kasih kepada DPM karena Yusuf menganggap bahwa ini adalah kado manis di awal Ramadan dan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa.

Lantas bagaimana tanggapan dari DPM Kema Tel-U perihal klarifikasi dari Muhammad Yusuf? Perwakilan DPM Kema Tel-U pun akhirnya angkat bicara perihal ini dalam Begini Tanggapan DPM Terkait Klarifikasi Pembekuan Yusuf  (RAY/AUD)

Keyword(s) : , , , , , , , , ,

Tinggalkan komentar