Begini Tanggapan DPM Terkait Klarifikasi Pembekuan Yusuf

Bandung, Students Tel-U – Setelah DPM Kema Tel-U mengeluarkan Surat Ketetapan Pembekuan Presma BEM Kema Tel-U 2017 akhirnya Presiden Mahasiswa Telkom University, Muhammad Yusuf Syahputra Gani, memberi klarifikasi terhadap kasus yang menimpanya saat ini (Baca juga : Klarifikasi Muhammad Yusuf Terhadap Surat Pembekuan Presma).

Yusuf mengaku tidak terima dengan pembekuan jabatan yang ditujukan kepadanya dan menganggap bahwa bahwa surat tersebut ‘cacat’ dalam segala aspek. Ia pun meminta DPM Kema Tel-Uuntuk mencabut TAP pembekuannya dan menuntut untuk meminta maaf karena publikasi form permohonan cuti akademik terlampir dalam TAP tersebut tidak seharusnya dilakukan. Akhirnya, perwakilan DPM Kema Tel-U angkat bicara dan menanggapi klarifikasi Yusuf melalui kru Students Tel-U selang beberapa jam setelah klarifikasi dirilis.

Dalam pernyataan pertama, Yusuf mengatakan bahwa DPM tidak berhak untuk memberhentikannya secara langsung karena ada mekanisme yang harus dilewati yang tercantum dalam AD/ART Kema 2017. Hal ini ditanggapi oleh perwakilan DPM bahwa  Presma tidak akan dilakukan pemberhentian tanpa pembekuan terlebih dahulu. Proses pemberhentian memang harus melalui mekanisme dalam AD/ART Kema 2017 tetapi DPM yang berhak melakukan proses pemberhentian tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan Keputusan Rektor atau 193/ORG22/REK.0/2013 pasal 6 ayat 2 yang berbunyi “Keanggotaan ORMAWA adalah semua mahasiswa yang terdaftar dan aktif dalam kegiatan akademik Universitas Telkom dan lingkup ORMAWA masing-masing.”

Kedua, Yusuf mengajukan cuti akademik karena perihal ekonomi. Ia merasa tidak melanggar pasal-pasal yang tertera dalam TAP Pembekuan Presma. Namun, pasal-pasal yang dilampirkan oleh DPM yang ditujukan kepada Yusuf adalah benar. Salah satu pasal yang ditujukan adalah 193/ORG22/REK.0/2013 pasal 16 ayat 5 yang berbunyi “Pengurus ORMAWA adalah mahasiswa yang terdaftar pada semester yang sedang berjalan dan tidak termasuk dalam kriteria yang dikecualikan yakni :

  1. Masih terdaftar pada semester 1 atau 2 pada salah satu program studi universitas.
  2. Sedang menjalani sanksi pidana ataupun sanksi yang berlaku di universitas.
  3. Sedang menjabat pada organisasi massa, sosial ataupun partai politik.
  4. Pada saat diusulkan mempunyai lndeks Prestasi Kumulatif {lPK) dibawah 2,5 (Dua koma lima).

Sementara status cuti mahasiswa masih belum disetujui oleh pihak Telkom University dan data terkait hal tersebut DPM dapatkan setelah mengkonfirmasi kepada pihak Fakultas Teknik Elektro. Maka dari itu, status Yusuf adalah mangkir dan sementara ini kehilangan statusnya sebagai mahasiswa Tel-U.

Ketiga, mengenai tergesa-gesanya DPM Kema Tel-U dalam menerbitkan Tap Pembekuan Presma, DPM bertemu terlebih dahulu pada Senin (22/05) dengan Direktur Kemahasiswaan Tel-U, Andijoko Tjahjono, untuk mensosialisasikan TAP yang akan dikeluarkan. Namun, Andijoko menyarankan untuk memberitahu kepada Wakil Rektor IV, Yahya Arwiyah. Tetapi, DPM baru bisa bertemu dengan Yahya Arwiyah pada Rabu (24/05).

Pada Rabu (24/05), DPM bertemu Yahya Arwiyah karena yang memutuskan sah atau tidaknya sebuah ormawa di Kema Tel-U adalah Wakil Rektor IV bidang kemahasiswaan, dan jika akan melakukan perubahan terhadap ormawa (pembekuan ataupun pemberhentian) maka Wakil Rektor IV wajib mengetahui hal tersebut.

Ketika memberitahu mengenai TAP ini, Yahya Arwiyah mengatakan juga bahwa Yusuf tidak hanya melanggar AD/ART Kema Tel-U, namun juga KR 193 tahun 2013 tentang organisasi kemahasiswaan Tel-U. Maka dari itu, DPM langsung mengkaji kembali hal tersebut dan ternyata benar adanya aturan dari SK Rektor tersebut dan DPM langsung memperbaiki TAP yang telah diberikan pada pihak BEM Kema pada Senin (22/05), dan DPM memberikan TAP yang sudah diperbaiki kepada BEM pada Rabu (24/05). Pada TAP juga sudah tertulis dan dapat dibaca; “Apabila di kemudian hari ditemukan kekeliruan, dapat dilakukan perbaikan.”

Keempat, DPM Kema Tel-U menjelaskan bahwa tidak didesak oleh siapapun. Tetapi, DPM mengubah TAP untuk memperbaiki TAP tersebut dan ketentuan ini juga sudah dicantumkan pada TAP yang DPM berikan kepada BEM Kema Tel-U pada Senin (22/05).

Kelima, DPM Kema Tel-U memohon maaf atas terpublikasinya form permohonan cuti Yusuf pada lampiran TAP pembekuannya. Namun terkait hal ini, pihak DPM menyatakan bahwa dari awal kali TAP tersebut diberikan kepada pihak BEM Kema sampai dengan status Yusuf dibuat, beliau tidak pernah mempermasalahkan terkait surat cuti tersebut kepada DPM. Bahkan, kata DPM, setelah diberikannya TAP tersebut kepada BEM, Yusuf meresmikan Saung Insan Karya pada Rabu (24/5) bersama rektor Tel-U, sementara statusnya sebagai presiden mahasiswa tengah dibekukan, terhitung sejak Senin (22/5) lalu.

Dalam klarifikasi Yusuf, ia mengaku bahwa ia tidak menyembunyikan status kemahasiswaannya, namun hanya tidak mengumumkannya. Terang DPM, Yusuf dinilai tidak transparan karena tidak memberi-tahukan statusnya tersebut. Bahkan, ketika merujuk pada ART Kema Tel-U pasal 22 ayat 5 yang berbunyi “BEM Kema Tel-U berkewajiban untuk : (5) Melaporkan susunan kabinet yang dibentuk presiden mahasiswa kepada seluruh mahasiswa melalui DPM Kema Tel-U.” Hingga saat ini DPM belum menerima data susunan kabinet BEM Kema Tel-U dari Yusuf dimana dirinya merupakan bagian dalam susunan tersebut. Menurut DPM, tindakan tersebut mencerminkan tidak adanya transparansi dari Yusuf, baik dari statement yang diberikan maupun tindakan yang dilakukannya. DPM pun menilai pernyataan yang dituliskan Yusuf tidak objektif, justru DPM yang merasa difitnah dengan adanya pernyataan tersebut.

Terakhir, DPM tidak akan mencabut TAP pembekuan Presma. Jika Yusuf ingin mengajukan banding, bisa langsung ke DPM Kema Tel-U. Sesuai dengan apa yang telah tertulis di TAP; “Apabila yang bersangkutan dapat memberikan bukti surat aktif sebagai mahasiswa Tel-U maka ketetapan ini akan dipertimbangkan kembali, namun apabila tidak dapat dibuktikan oleh yang bersangkutan sampai dengan 30 (tiga puluh) hari terhitung dari ditetapkannya ketetapan ini, maka akan ditetapkan keputusan pemberhentian.” (AUD/RAY)

Keyword(s) : , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *